Friday, April 29, 2011

Waktu Terbaik Minum Vitamin

Ada yang mengatakan, vitamin sebaiknya dikonsumsi pada pagi atau malam hari. Ada juga yang mengatakan sebaiknya konsumsi vitamin disertai makanan padat.

Menurut Barbara Paulsen, Pemimpin Redaksi Majalah Health, konsumsi vitamin boleh dilakukan kapan saja begitu kita ingat. Sebab, hanya sedikit perbedaan manfaat yang diperoleh jika mengonsumsi vitamin secara teratur.

Bagi mereka yang ingin mengonsumsi vitamin secara teratur, ada baiknya menyimak beberapa tip di bawah ini:

* Konsumsi vitamin bersama makanan untuk membantu proses penyerapan oleh tubuh.

* Pil zat besi berdampak keras bagi perut. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, ada baiknya mengonsumsi pil zat besi bersama makanan.

* Saat ini, vitamin E kebanyakan bersalut lemak. Untuk memperoleh manfaat lebih besar, konsumsilah bersama cairan berlemak seperti segelas susu.

* Lebih baik mengonsumsi kalsium berdosis 300 mg atau kurang, dibandingkan dengan mengasup kalsium dalam jumlah besar sekaligus. Ada baiknya menambah dosis 10 persen jika mengonsumsi kalsium bersama makanan atau biji-bijian karena bisa menahan proses penyerapan oleh tubuh. (sumber : kompas.com )
Selengkapnya...

Wednesday, April 27, 2011

Stroberi Penangkal Kanker

Siapa yang tidak kenal dengan buah segar ini. Rasanya yang asam-asam manis tak hanya enak dimakan tapi juga sering menjadi hiasan cake dan minuman. Dibalik rasanya yang asam, ternyata banyak sekali manfaatnya

Stroberi (fragaria vesca) pertama kali disemaikan di Brittany, Prancis, tahun 1740 silam. Selanjutnya buah ini semakin dikenal di dunia, termasuk di Indonesia.

Agar buahnya tetap segar dan manis, stoberi cocok ditanam di dataran tinggi. Tak hanya rasanya yang segar, si merah yang cantik ini menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan, diantaranya mencegah kanker.

Stroberi kaya akan kandungan fenol, seperti antosianin dan elagitanin. Warna merah menyala pada buah ini berasal dari kandungan antosianin yang juga berperan sebagai antioksidan untuk melindungi struktur sel dalam tubuh serta mencegah kerusakan oksigen pada organ tubuh manusia.

Antioksidan mampu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas yang diduga berperan dalam pembentukan berbagai jenis sel kanker. Elatiganin dalam buah merah itu umumnya dikaitkan dengan penurunan tingkat kematian karena kanker.

Selain kaya akan kandungan vitamin C, stroberi juga merupakan sumber vitamin B5, B6, K, mangan, asam folat, kalium, riboflavin, tembaga, magnesium dan omega-3 asam lemak.

Beri ini juga dikenal dapat menekan peradangan yang ditimbulkan akibat rematik, osteoarthritis dan asma.

Salah satu studi menyebutkan, stroberi merupakan salah satu dari delapan makanan yang paling banyak dikaitkan dengan penurunan tingkat kematian karena kanker.

Selain daging buahnya yang bermanfaat, daun dan akar stroberi dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sendi. Untuk mengobati kulit yang terbakar, stroberi dapat dimanfaatkan dengan mengoleskan buahnya pada bagian yang sakit.

(dari berbagai sumber, suaramerdeka.com dll)

Selengkapnya...

Tuesday, April 26, 2011

Manfaat Petai

Jika mendengar kata petai (pete), pasti yang ada di pikiran Anda adalah sayuran yang apabila dimakan akan membuat nafas berbau tidak sedap. Bahkan, tidak jarang, Anda akan menyingkirkannya jika menemukan dalam makanan.

Petai atau di beberapa tempat disebut mlanding adalah tanaman yang berasal dari negara tropis, seperti Indonesia. Sayuran dengan buahnya yang menimbulkan bau khas ini, termasuk dalam suku polong-polongan. Tanaman yang memiliki nama latin parkia speciosa biasa disajikan sebagai campuran masakan atau dihidangkan sebagai lalapan.

Namun sayur yang biasa menjadi pelengkap beberapa masakan tradisional dan sambel asli Indonesia ini ternyata memiliki banyak manfaat yang mungkin belum pernah Anda duga sebelumnya.

Sumber gizi penting

Penelitian menunjukkan bahwa buah petai memiliki kandungan sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Ketiga zat ini adalah gula alami yang bisa menghasilkan energi instan bagi mereka yang mengkonsumsinya. Bahkan, kandungan protein dalam petai empat kali lebih banyak daripada apel. Selain itu, kandungan karbohidrat, fosfor, vitamin A, zat besi dan vitamin serta mineral lainnya dalam petai juga masih lebih banyak bila dibandingkan apel.

Atasi anemia

Anemia biasanya ditandai dengan gejala-gejala seperti tubuh lemas, letih dan kurang bersemangat. Anemia juga menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan konsentrasi dan nyeri pada persendian tulang. Hal ini, terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Kandungan zat besi yang tinggi dalam petai sangat bermanfaat untuk mengurangi anemia atau kurang darah.

Kurangi depresi dan stres

Ketika Anda mengalami stres atau bad mood, itu tandanya Anda kekurangan triptofan. Triptofan adalah suatu asam amino esensial yang apabila dikonsumsi, maka akan diubah menjadi serotonin, yang mampu mempengaruhi sistem kerja saraf dan berfungsi memperbaiki mood.

Stres juga berisiko mempercepat metabolisme tubuh dan mengurangi kalium dalam tubuh. Kalium berguna menstabilkan detak jantung dan memperlancar aliran oksigen ke otak. Untuk itu, ketika stres, Anda memerlukan lebih banyak kalium untuk tubuh. petai memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi.

Menyehatkan mata dan meningkatkan konsentrasi

Petai memiliki kandungan vitamin A yang cukup tinggi, yaitu 200 IU per 100 mg. Seperti diketahui, vitamin A bermanfaat untuk menjaga kesehatan kornea mata. Kalium dalam petai juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kemampuan otak sehingga baik untuk membantu mereka yang kesulitan dalam belajar.

Mengurangi tekanan darah tinggi dan mencegah stroke

Kandungan kalium yang tinggi, namun rendah garam dalam petai mampu menstabilkan detak jantung. Tekanan darah yang terjaga akan menurunkan risiko terserang penyakit jantung dan gejala stroke. Bahkan The New England Journal of Medicine merilis hasil penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi petai secara teratur mampu menurunkan risiko kematian akibat stroke hingga 40 persen.

Memperlancar pencernaan

Serat juga banyak terkandung dalam petai. Serat atau fiber berguna memperlancar pencernaan. Bagi Anda yang sering mengalami gangguan pencernaan seperti konstipasi atau sembelit, mengonsumsi petai akan sangat membantu mengurangi penderitaan Anda. Petai juga memiliki efek antasid pada tubuh. Jika Anda merasa mual dan begah karena makan terlalu banyak, petai mampu mengurangi rasa sakit tersebut. (sumber : suaramerdeka.com)

Selengkapnya...

Monday, April 25, 2011

Manfaat Minuman Rumput Laut

MINUMAN dengan bahan dasar rumput laut ternyata bisa membantu kita agar tetap ramping lho. Ekstrak rumput laut ditengarai mampu menghalau nafsu makan.


Maka itu, pria dan perempuan yang minum ekstrak rumput laut alginat untuk sarapan, sepertiganya merasa kurang lapar saat makan siang jika dibandingkan dengan mereka yang minum minuman biasa.

Temuan ini bisa membuat kita merasa kenyang lebih lama sehingga bisa lebih mudah menolak makanan ringan di antara waktu makan, menurut laporan jurnal Obesity.

Peneliti Harry Peters dari Inggris mengatakan, "Memang ada banyak makanan dan program diet yang efektif dalam membantu mengurangi berat badan."

"Namun, banyak yang gagal dalam mematuhi aturan diet sehingga target pun sulit tercapai," katanya seperti dikutip oleh Daily Mail.

"Menunda rasa lapar setelah makan dapat meningkatkan kepuasan seseorang dalam menjalani program pengendalian berat badan."

Para peneliti dari Unilever lalu mengadakan unji coba dengan memberikan produk alginat dan kalsium, Slim-Fast, kepada para partisipan.

Mereka yang mengonsumsi banyak alginat dalam minumannya merasa 30 persen kurang lapar dalan 5 jam kemudian. Alginat juga tidak tidak memiliki efek apa pun.
Tautan
Partisipan mengaku mereka menyukai minuman tersebut. Alginat mengubah bentuk menjadi gel dalam asam lambung dan kalsium menambah ketebalan gel itu. Ini menciptakan perasaan kenyang serta menyimpan makanan dalam perut lebih lama. (sumber : yahoo.com)
Selengkapnya...

Thursday, April 21, 2011

Daftar Kota Paling Sehat dan Kurang Sehat di Indonesia

Beberapa daerah diketahui memiliki beban masalah kesehatan yang berbeda-beda. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kemenkes diketahui 10 peringkat kabupaten/kota dengan indeks pembangunan kesehatan yang baik dan buruk.

dr Triono Soendoro, PhD selaku staf ahli menteri kesehatan bidang perlindungan faktor risiko kesehatan dalam acara Pencanangan Kegiatan Riset Operasional Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK) dan Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) di Gedung Kemenkes, Kamis (21/4/2011) ada 440 kota yang disurvei.

Peringkat 10 kabupaten/kota dengan nilai indeks pembangunan kesehatan teratas dan terbawah adalah:

10 Kabupaten/kota peringkat kesehatan teratas
1. Kota Magelang
2. Gianyar
3. Kota Salatiga
4. Kota Yogyakarta
5. Bantul
6. Sukoharjo
7. Sleman
8. Balikpapan
9. Kota Denpasar
10. Kota Madiun

10 Kabupaten/kota peringkat kesehatan terbawah
431. Mappi
432. Asmat
433. Seram Bagian Timur
434. Yahukimo
435. Nias Selatan
436. Paniai
437. Manggarai
438. Puncak Jaya
439. Gayo Lues
440. Pegunungan Bintang

"Saat diumumkan 10 peringkat terbawah tidak berarti semuanya setuju, ada satu yang protes dan melakukan riset sendiri. Tentu saja hasilnya berbeda karena metodologi yang digunakan berbeda," ujar dr Triono Soendoro, PhD.

Penetapan peringkat ini berdasarkan nilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). IPKM ini adalah indikator komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan yang dirumuskan dari data kesehatan berbasis komunitas yaitu Riskesdas (riset kesehatan dasar), PSE (pendataan sosial ekonomi) dan survei podes (potensi desa).

Berdasarkan 3 survei tersebut didapatkan 24 indikator yang masuk dalam IPKM yaitu:

Prevalensi balita gizi buruk dan kurang
Prevalensi balita sangat pendek dan pendek
Prevalensi balita sangat kurus dan kurus
Prevalensi balita gemuk
Prevalensi diare
Prevalensi pnemonia
Prevalensi hipertensi
Prevalensi gangguan mental
Prevalensi asma
Prevalensi penyakit gigi dan mulut
Proporsi perilaku cuci tangan
Proporsi merokok tiap hari
Akses air bersih
Akses sanitasi
Cakupan persalinan oleh nakes
Cakupan pemeriksaan neonatal-1
Cakupan imunisasi lengkap
Cakupan penimbangan balita
Rasio dokter
Rasio bidan
Prevalensi disabilitas
Prevalensi cedera
Prevalensi [enyakit sendi
Prevalensi ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut)

Sementara itu Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DrPH menuturkan program PDBK dan Rifaskes ini merupakan kombinasi antara pemangku kebijakan di tingkat pusat dan propinsi dengan pengamatan peneliti.

"Dengan kombinasi ini diharapkan bisa merumuskan upaya intervensi yang tepat dan efektif sehingga IPKM di daerah tersebut bisa diperbaiki secara bermakna," ungkap Menkes.

Dalam hal ini daerah yang termasuk peringkat bawah akan dipanggil untuk kumpul bersama dan mencaritahu kenapa hasilnya bisa jelek. Misalnya jika hasil RS dan Puskesmasnya bagus tapi status kesehatannya buruk mungkin karena tidak ada masyarakat yang berkunjung akibat transportasinya yang sulit.

"Hasil dari kedua kegiatan ini akan menjadi masukan guna penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan berbasis bukti (evidence base)," ujarnya.
sumber : http://health.detik.com/
Selengkapnya...

Monday, April 18, 2011

Khasiat Sirsak #4 : Resep Sirsak

1. Relaksasi dan membuat tidur
Tiga lembar daun sirsak. Cuci daun sirsak, masukkan dalam secangkir air panas lalu diamkan selama 5—10 menit. Setelah itu angkat daun. Untuk menambah citarasa, tambahkan gula dan beri perasan jeruk lemon.

2. Bisul
Ambil 15—30 g daun sirsak segar. Cuci bersih lalu peras sampai keluar ekstrak. Minum ekstrak daun sirsak 3 kali sehari. Ampasnya untuk mengompres bisul.
Bila direbus, masukkan 10 g daun sirsak kering dalam 3 gelas air. Angkat sampai menjadi 1 gelas air. Setelah itu minum 3 kali sehari.
Cara lain: ambil segenggam daun sirsak. Tumbuk sampai halus lalu taruh di sekeliling bisul. Biarkan sampai mengering. Ulangi sampai bisul pecah. Setelah itu oleskan antiseptik.

3. Antikejang
Rebus 7 lembar daun dalam 3 gelas air. Saring sampai menjadi 1 gelas. Tambahkan sedikit gula merah dan garam. Minum setengah gelas setiap pagi dan sore hari.

4. Pengobatan tradisional di Belize, Amerika Tengah.
Menurunkan panas: Rebus daun sirsak atau minum teh daun sirsak. Cara lain,taruh beberapa lembar daun sirsak dalam bak mandi.
Cacar: Remas daun sirsak segar, oleskan ke kulit.
Rematik dan eczea: Blender daun sirsak muda sampai seperti bubur. Lulurkan ke kulit. Cara itu dapat meringankan penyakit.
Kaki bengkak dan pembengkakan lain: kompres bagian yang bengkak dengan daun sirsak yang dijadikan seperti teh.
Jus buah sirsak dapat mengatasi urethritis, haematuria and liver ailments

5. Keputihan

Campur 15 lembar daun sirsak dengan 5 ruas jari kunyit yang telah dipotong-potong. Lalu masukkan dalam air sebanyak 5 gelas, tambahkan garam, madu atau gula merah. Setelah itu rebus sampai jadi 3 gelas air. Minum rebusan 3 kali sehari masing-masing segelas.

6. Darah tinggi

Rebus daun sirsak dan rambut jagung manis (muda) dan minum 2—3 kali sehari.

7. Kolesterol
Ambil 3—5 daun sirsak lalu rebus dalam 3 gelas air. Angkat dan saring daun setelah menjadi 1 gelas. Minum secara rutin setiap hari selama sebulan. Cara lain: jus 50—100 g/hari buah sirsak. sumber : trubus online.com
Selengkapnya...

Saturday, April 16, 2011

Khasiat Sirsak #3 : Multikhasiat Sirsak

Sirsak sesungguhnya bukan barang baru dalam pengobatan tradisional di tanah air. Secara turun-temurun masyarakat mengonsumsi daun dan buah sirsak untuk menyehatkan tubuh. Masyarakat Aceh, misalnya, menyantap buah sirsak untuk mengatasi hepatitis. Selain itu mereka juga memanfaatkan daun sebagai obat batuk. Bagi etnis Sunda buah sirsak yang masih muda berfaedah sebagi penurun tekanan darah tinggi; daun, untuk menghilangkan mual, bisul, dan rematik.

Etnis Madura memanfaatkan buah sirsak untuk meredakan diare dan sakit perut. Adapun etnis Kutai memilih daun untuk mengobati diare. Masyarakat etnis Dayak percaya mengonsumsi buah sirsak menghilangkan mual. Secara empiris buah atau daun Annona muricata manjur mengatasi beragam penyakit. Daun berfaedah untuk mengatasi luka borok, bisul, kejang, jerawat, dan kutu rambut. Sedangkan buah graviola atau sirsak berkhasiat untuk mengobati disentri, empedu akut, dan kencing batu.

Untuk meramu daun sirsak relatif mudah. Pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ervizal A. M Zuhud, MS, mengatakan untuk memperoleh khasiat itu kita dapat merebus daun dan membuat jus daging buah. Zuhud yang juga menjabat kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan IPB merebus 10 daun tua dalam 2 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, ia menyaring, dan hasil rebusan siap konsumsi.

Banyak herbalis yang meresepkan sirsak. Sarah Kiswanti, herbalis di Bandung, Jawa Barat, memakai daun sirsak untuk mematangkan bisul. Caranya, “Tumbuk daun lalu oleskan ke bisul. Setelah pecah, olesi bagian yang luka dengan antiseptik,” kata Sarah. Ia juga memanfaatkan daun sirsak untuk antikejang. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, daun sirsak memang tokcer mengatasi radang seperti bisul. Selain itu, “Daun sirsak dapat menyembuhkan keputihan, meluruhkan kolesterol, dan hipertensi,” kata Lina.

Sabar
Pasien memang perlu sabar hingga menggapai kesembuhan. Harap mafhum, layaknya herbal lain efek penyembuhan baru terasa setelah rutin mengonsumsi daun sirsak selama 1 bulan. Berdasarkan pengalaman Lina, daun sirsak dapat menuntaskan penyakit yang disebabkan radang dalam waktu 3 bulan. Dokter dan herbalis di Jakarta Timur, dr Willie Japaries MARS juga sepakat. Menurut Willie penggunaan terapi kanker lebih lama lagi tergantung stadium.

Willie meresepkan daun sirsak dengan beberapa herba lain. Biasanya ia menggabungkan 3—4 macam tanaman obat. Harap mafhum, “Ada 2 tipe penyakit: panas dan dingin. Tipe yang sama berlaku untuk tanaman obat. Sirsak, bersifat netral sehingga cocok mengatasi radang dan kanker yang bersifat panas serta gondok bersifat dingin,” kata Willie. Gejala penyakit tipe panas tampak dari lidah merah, selaput kuning, nadi cepat, air seni pekat, dan demam. Sebaliknya, dingin dapat kelihatan dari selaput lidah licin dan urine bening.

Tanaman obat bersifat dingin adalah sambiloto, akar alang-alang, lendir lidah buaya, dan daun lotus. Sedangkan tanaman obat bersifat panas seperti jahe, ginseng, tembolok ayam, dan sisik trenggiling bagus untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Sumber : Majalah Trubus On line
Selengkapnya...

sabily